Jerman menyerah 1-2 di tangan Italia. Dua gol Mario Balotelli tidak sanggup dikejar Der Panzer, meski Mesut Ozil menyumbang satu gol. Pelatih Jerman Joachim Loew pun tak kuasa mengungkapkan kekecewaannya.

Meski begitu, sang pelatih senang anak-anak asuhannya yang relatif muda mampu bermain apik di sebuah turnamen akbar macam Piala Eropa 2012. Empat kemenangan beruntun yang ditutup dengan kekalahan dari tim Italia.
“Kami kehilangan organisasi yang kami bangun di lapangan setelah gol pertama dan gol kedua Italia. Kami mencoba untuk mengejar ketertinggalan, tapi kami banyak buat kesalahan. Aku pikir kami harus membayar harga yang sangat mahal untuk kekalahan ini. Di babak kedua kami tampil seperti yang kami inginkan, tapi kami tetap gagal mencapai target,” kata Joachim Loew dalam jumpa pers sesudah pertandingan.
“Kami memainkan sebuah turnamen yang luar biasa dan tim benar-benar berkembang secara permainan. Kami sudah memenangi 4 pertandingan dan kemudian kalah sekali. Tim ini mampu berjaya atas Portugal, Belanda … dan kita layak untuk berterimakasih kepada para pemain,” kata Loew.
“Kami mampu melampaui pencapaian negara-negara lain, tidak hanya dalam hasil pertandingan, tapi juga secara permainan,” tambahnya.
Tidak salah bila Loew mengatakan bahwa Jerman sudah melakoni turnamen yang hebat. Dia menilik pencapaian Jerman di Piala Eropa 2008 sebagai runner up dan kalah di semifinal Piala Dunia Afrika Selatan.
“Kami dikalahkan oleh sosok penyerang besar dan karena Prandelli mampu memainkan sepakbola Italia,” pungkas Loew. (adi)






